Bandarqq – Perjudian (Al-Maisir) mengandung beberapa arti termasuk, lunak, tunduk, wajib, mudah, kaya, dibagi. Yang mana berasal dari kata yasara yang artinya harus atau sebuah keharusan. Merupakan suatu hal yang wajib untuk pemain yang kalah memberikan bagiannya kepada yang menang. Yasuru sendiri memiliki pengertian mudah, atau bisa dimaknakan sebagai menghasilkan uang denan mudah, tanpa kesulitan dan juga hambatan.

Maisir sering juga disebut qimarya, yang merupakan taruhan bandarqq atau perlombaan. Menjadikan semua permainan yang terdapat aturan dimana yang kalah memberikan suatu hal kepada yang menang , sesuai dengan yang disepakati oleh kedua belah pihak sebelumnya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa judi sendiri merupakan tindakan yang mana ada kesepakatan diantara dua pihak yang mana yang kalah akan memberikan uang atau benda yang sudah disepakati kepada pemenang. Dan juga permainan yang mempunyai unsur kebetulan, yang mana para pemainnya mengharapkan mendapatkan sejumlah uang dan barang tanpa harus bekerja keras. Ada pula beberapa Larangan Judi Di Indonesia:

Elemen Dalam Perjudian

Jika melihat dari ulasan larangan judi yang sudah dijabarkan diatas, suatu permainan dapat dikatakan judi apabila memenuhi ketiga faktor dibawah ini :

  1. Permainan Atau Bisa Juga Pertandingan
  2. Terdapat Taruhan Didalamnya
  3. Keberuntungan

Pengaturan Kriminal Perjudian di Indonesia

Perjudian didalam Larangan Judi Di Indonesia menurut Pasal 303 ayat (3) KUHP sebagaimana telah diubah dengan UU No. 7 tahun 1974 tentang Kontrol Pertaruhan adalah setiap permainan, di mana secara umum kemungkinan mendapatkan laba tergantung pada keberuntungan. Ini termasuk semua taruhan mengenai keputusan balapan atau permainan lain, yang bukan antara mereka yang bersaing atau bermain,

Jika melihat aturan yang diberikan pemerintah tentang judi sendiri, sudah dijelaskan didalam Pasal 1 UU No. 7 tahun 1974, bahwa semua tindakan perjudian dilarang kerang di Indonesia, yang mana semua tindakan yang meliputi perjudian merupakan kejahatan. Dan juga perjudian sendiri sangat bertentangan dengan norma, agama dan juga etika dalam bermasyarakat. Judi sendiri dan memutus mata pencaharian masyarakat itu sendiri. Dan juga bertentangan dengan kaidah Negara dan juga bangsa Indonesia.

Peraturan tentang Larangan Judi Di Indonesia ini juga berlaku untuk daerah dan juga pusat yang mana adanya larangan untuk pemberian izin dan juga aturan aturan yang berlaku sebagai langkah pencegahan berdirinya kasino, tempat pejudian lainnya. Larangan pemberian lisensi perjudian tidak berarti bahwa olahraga, hiburan, dan kebiasaan dilarang bermain game, selama itu bukan merupakan perjudian.

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 menyatakan bahwa segala tindakan seperti yang disebutkan pada angka 3 seperti sabung ayam, tanding banteng dan sebagainya dilarang, dan apabila terdapat adat istiadat seperti kegiatan diatas namun tidak melakukan pertaruhan maka hal tersebut tidak masuk kedalam judi. Ketentuan dalam pasal ini juga menjelaskan tentang hal hal yang terliput dalam tindakan perjudian saat ini dan juga dimasa yang akan datang.

Penegakan Kriminal bagi Penjahat Judi di Indonesia

Kejahatan perjudian atau keikutsertaan dalam perjudian pada awalnya masuk kedalam Larangan Judi Di Indonesia didalam ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 542 KUHP, yang kemudian berdasarkan pada ketentuan yang diatur dalam Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Pengendalian Perjudian, telah diamandemen.

Menjadi ketentuan pidana yang diatur dalam pasal 303 adalah KUHP, dan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pasal 1 UU yang sama, telah dilihat sebagai kejahatan. Ketentuan pidana diatur dalam Pasal 542 KUHP yang kemudian menjadi ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 303 bis KUHP:

Larangan judi di Indonesia Dihukum dengan hukuman penjara hingga satu bulan atau dengan denda maksimum Rp.300.000. Siapa pun yang menggunakan peluang terbuka untuk berjudi yang bertentangan dengan ketentuan yang ditentukan dalam Pasal 303. Siapa pun yang bertaruh pada atau dikesampingkan oleh jalan umum atau tempat yang terbuka untuk umum, kecuali jika tindakan perjudian telah disahkan oleh otoritas yang kompeten untuk memberikan izin seperti itu.

Jika pada saat melakukan itu belum melewati 2 tahun sejak orang tersebut dijatuhi hukuman pidana terkait hal yang memiliki kekuatan hukum permanen karena melakukan salah satu dari pelanggaran ini, maka ia dijatuhi hukuman kurungan hingga 3 bulan atau denda maksimum Rp. 500.000.

Sesuai Larangan Judi Di Indonesia dengan Pasal 2 ayat (4) dan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Pengendalian Perjudian, ketentuan pidana yang diatur dalam Pasal 303 KUHP: Dihukum dengan hukuman penjara hingga 4 tahun atau dengan hukuman setinggi-tingginya as – tinggi Rp.10.000.000

Jika pada saat melakukan pelanggaran terkait hal itu belum 2 tahun sejak orang yang bersalah dijatuhi hukuman pidana yang memiliki kekuatan hukum tetap, karena melakukan salah satu dari kejahatan ini, maka ia dapat dipidana dengan hukuman penjara hingga 6 tahun. atau maksimal Rp. 15.000.000

Penjara pidana terhadap pelaku perjudian dalam hal syari’at Islam diterapkan dengan uqubat (hukuman) Larangan Judi Di Indonesia terhadap pelaku dalam bentuk uqubatcambuk di depan umum paling banyak 12 kali dan setidaknya 6 kali dan denda maksimum Rp.35.000.000 dan setidaknya Rp .15.000.000 sebagai pendapatan daerah dan dibayarkan langsung ke Baitul Mal.

Mungkin itu saja dulu untuk pembahasan mengenai Larangan Judi Di Indonesia, yang mana sebenarnya pemerintah sendiri sudah mengatur akan hal ini, dan juga sudah membuat dasar hukum yang berlaku yang tentunya dapat memberatkan para pelaku perjudian di Indonesia sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *